08 November 2008

Sumpah Pemuda Ke-80, Jiwa Dan Semangat Pemuda Perlu Di-reaktualisasi

Ada yang berbeda yang disampaikan Gubernur Banten, Hj. Ratu Atut Chosiyah di Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10) kemarin. Menurut gubernur wanita ini, jiwa dan semangat pemuda perlu direkontruksi dengan tiga pilar, profesionalitas, integritas, dan solidaritas. Dari sambutan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Adyaksa Dault yang dibacakannya, Atut menyampaikan, profesionalitas yang dimaksud, pemuda harus memiliki etos kerja, terampil, dan memiliki keahlian di bidangnya.

Dia juga menyebutkan, pilar lainnya adalah integritas. Artinya, lanjut Atut, pemuda harus memiliki akhlak mulia, jujur, dan berbudi pekerti luhur. Sedangkan pilar ketiga yaitu solidaritas, seorang pemuda harus bisa menunjukkan empati sosial dan memiliki kemampuan berbagi dengan masyarakat. “Tiga pilar inilah yang akan menopang peran serta pemuda dalam pembangunan, termasuk pembangunan daerah Banten ini,” ujar Atut menambahi sambutan Menpora pada peringatan hari Sumpah Pemuda ke-80 di Alun-Alun Serang. Dia juga mengatakan, jiwa dan semangat pemuda perlu di-reaktualisasi yang ke depan dapat menjadi langkah serius untuk menjaga integritas bangsa.

Dalam peringatan Sumpah Pemuda yang mengambil tema “Sewindu Banten”, 80 Tahun Sumpah Pemuda, dan 100 Tahun Kebangkitan Nasional, Atut juga mengatakan, perlunya peningkatan prestasi Banten dalam semua bidang. “Kami mengharapkan pemuda mempunyai mental bertanding dan bisa membanggakan bagi daerah, sekaligus menciptakan iklim kondusif, dan dapat menghindari perilaku negatif,” lanjut dia mengomentari butuhnya semangat pemuda dalam Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Serang ke-IV yang akan diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Serang.

Di lokasi yang sama, salah satu tokoh muda, yang juga putra Gubernur Banten, Andika Hazrumy kepada sejumlah wartawan mengatakan, pemuda adalah sebagai ujung tombak pembangunan, tapi pemuda juga rentan terhadap pengaruh perilaku negatif. “Melalui peringatan Sumpah Pemuda ini, momen yang tepat untuk merajut kembali semangat dan rasa nasionalisme pemuda di mana makna Sumpah Pemuda mulai luntur. Dan sekarang saatnya pemuda bersatu padu bangkit bersama membangun negeri,” imbuh Anggota Karang Taruna Banten ini.

Sekedar informasi, peringatan Hari Sumpah Pemuda juga diisi dengan atraksi pencak silat yang dibawakan anak usia sekolah dasar hingga SMP serta parade ratusan atlet dari tujuh Kabupaten/Kota se Provinsi Banten. (Maulana SP)


sumber: www.suarabanten.com